Tampilkan postingan dengan label PUTIK (Puisi Kritik). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUTIK (Puisi Kritik). Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Mei 2014

Puisi : Sebuah Jaket Berlumur Darah (Taufik Ismail)

http://3.bp.blogspot.com/-8rYjRWbcPQE/UWVWq7Mtz2I/AAAAAAAAYSU/XsXH_qcuOX4/s1600/Taufiq+Ismail.jpg Sebuah jaket berlumur darah
Kami semua telah menatapmu
Telah pergi duka yang agung
Dalam kepedihan bertahun-tahun.

Sebuah sungai membatasi kita
Di bawah terik matahari Jakarta
Antara kebebasan dan penindasan
Berlapis senjata dan sangkur baja
Akan mundurkah kita sekarang

Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal perjuangan’
Berikara setia kepada tirani
Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?.

Spanduk kumal itu, ya spanduk itu
Kami semua telah menatapmu
Dan di atas bangunan-bangunan
Menunduk bendera setengah tiang.

Pesan itu telah sampai kemana-mana
Melalui kendaraan yang melintas
Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
Teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa
Prosesi jenazah ke pemakaman

Mereka berkata
Semuanya berkata
Lanjutkan Perjuangan.

Kamis, 01 Mei 2014

Puisi : Paha

http://us.images.detik.com/content/2012/07/14/297/115041_membeliayam03.jpg
Paha paha sekarang dimana mana
Paha paha sekarang dimana mana ada
Paha paha sekarang ada dimana mana

Paha paha ini bukan sembarang paha
Paha ini gratis untuk semua
Paha ini bisa dinikmatin oleh semua
Paha paha ini bukan sembarang paha

Paha paha ini gampang dijumpai
Paha paha ini ada di televisi
Paha paha ini juga ada di kanan kiri

Tapi kau tak boleh melihatnya
Tapi kau tak boleh memandangnya
Tapi kau tak boleh merabanya
Bila kau tak ingin berdosa
Bila kau tak ingin masuk neraka









Minggu, 20 April 2014

Puisi : Raisopopo (Fadli Zon)

http://rmol.co/images/berita/normal/249871_06340030072013_Fadli_Zon.jpg
Aku raisopopo
Seperti Wayang digerakkan dalang
Cerita sejuta harapan
Menjual mimpi tanpa kenyataan
Berselimut citra fatamorgana
Dan kau terkesima

Aku raisopopo
Menari di gendang tuan
Berjalan dari gang hingga comberan
Menabuh genderang blusukan
Kadang menumpang bus karatan

Di antara banjir dan kemacetan
Semua jadi liputan
Menyihir dunia maya
Dan kau terkesima

Aku raisopopo
Hanya bisa berkata rapopo


*Bagaimana pendapat kalian tentang puisi terbaru karangan fadli zon ini,. Kalau dibaca sih pasti sobat sudah pada tahu untuk siapa puisi itu. Tapi... kalau menurut saya sih, kalau dilihat kata katanya mungkin dia sendiri yang raisopopo atau tidak bisa apa apa, bisanya cuman nyindir doang. LOL :D

Puisi : Air Mata Buaya (Fadli Zon)

http://rmol.co/images/berita/normal/103526_10431516032013_fadli_zon.jpg
Kau bicara kejujuran sambil berdusta
Kau bicara kesederhanaan sambil shopping di Singapura
Kau bicara nasionalisme sambil jual aset negara
Kau bicara kedamaian sambil memupuk dendam

Kau bicara antikorupsi sambil menjarah setiap celah
Kau bicara persatuan sambil memecah belah
Kau bicara demokrasi ternyata untuk kepentingan pribadi
Kau bicara kemiskinan di tengah harta bergelimpangan

Kau bicara nasib rakyat sambil pura-pura menderita
Kau bicara pengkhianatan sambil berbuat yang sama
Kau bicara seolah dari hati sambil menitikkan air mata

Air mata buaya

Rabu, 19 Maret 2014

Puisi : Fenomena Pemilu

http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/sites/default/files/imagecache/ra_article_feature/images/2012/07/10/pemilu%20sby.jpg
Mereka berkoar dengan janjinya
Mereka memampang foto fotonya
Mereka berjuang dengan tenaganya
Hanya agar rakyat percaya tentang dirinya

Rakyat mulai menunjukan sikap binatangnya

Mencaci maki pilihan yang tak disukanya
Memuja muja pilihan dambaannya
Tak nampak lagi semboyan Bhinneka Tunggal Ika 

Rakyat sendiri yang menentukannya
Walau dambaannya mungkin menghianatinya

Yah... harus bagaimana lagi
Tiba Saatnya kita memilih
Memilih pemimpin yang penuh kasih
Satu demi satu banyak yang tersisih

Di tangan sendiri kita tentukan

Berpegang dengan sebuah paku karatan
Menyoblos kertas dengan gambar tuan

Selasa, 04 Maret 2014

Puisi : Pekikan Ciremai

http://4.bp.blogspot.com/-ytAYgp6OHaY/TvgLHJR97YI/AAAAAAAAClc/eoOv0Bm100U/s1600/gunung-ciremai_1024x768.jpg
Terdengar berita dari halayak ramai
Terdengar oleh yang hidup sampai yang mati
Dari yang mati sampai mati suri
Tentang Penjualan Gunung Ciremai

Apakah harus hilang keindahannya
Apakah harus hilang kelestariannya
Apakah harus hilang kesejukannya
Apakah harus hilang juga pemandangannya

Mungkin kiamat sudah dekat
Tentang Gunung seperti bulu yang Dihamburkan
Sebuah keindahan alam
Ditukar dengan suasana yang kelam

oleh : Algifari
semoga ini hanya berita bohong semata :)

Sabtu, 01 Maret 2014

Puisi : Curahan Hati Monas


Monas mulai resah
Karna sebuah janji yang tak kunjung datang
Monas mulai gelisah
Ia tetap menunggu walau pagi malam mulai menjelang

Kapankah ia datang
Dengan janji yang telah ia katakan
Kapankah ia datang
Dengan seutas tali yang akan ia gantungkan

Katanya dia akan mati untuknya
Katanya dia akan tunjukan pengorbannya
Semua orang akan melihatnya
Tentang janji gantung mati
Di hadapan sang monas


oleh : Algifari

Senin, 24 Februari 2014

Puisi : Celotehan Amblas

http://kerajaankatakata.files.wordpress.com/2011/08/celoteh.jpg
Kritikanmu bagaikan api yang membara
Panasnya tiada  tara
Pekerjaanmu sebagai pengacara
hah, pengangguran banyak acara ?

Berbagai artis yang telah kau kritik
Buatku tertawa tergelitik
Sekaligus sebal ingin mencekik

Kau selalu berkicau di twitter
Sensasimu seperti orang laper
Kau bicara seperti presenter
Tapi omonganmu tak seperti orang pinter

Haduh, dirimu itu
Apa kau tak  malu
Dengan sikapmu itu
Dengan Sebuah Celotehan
Yang tak pandang bulu

Rabu, 19 Februari 2014

Puisi : Indonesia dan Korupsi

http://4.bp.blogspot.com/-0f8vgNwZ73s/Uav5suj4uLI/AAAAAAAAC0M/NBKHAyxbTbk/s1600/Anti-Korupsi-300x3001.jpg 
Selalu terusik di telingaku
Segumpal berita tentang korupsi
Panas telingaku
Mendengar kabar tentang korupsi
Yang selalu dilanda oleh negara ini

Oh.. Indonesia
Mengapa kau begitu menderita
Tentang sebuah problema
Yang memang tak ada habisnya

Oh.. Korupsi
Mengapa kau begitu merajalela
Apa kau tak kasihan dengan Indonesia ?
Yang selalu kau gerogoti dengan Masalahmu

by : Algifari

Sosial Media