Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juni 2014

Kutukan Kucing Hitam

“Pa, nggak sarapan dulu?” Hana, istri Joon, bertanya saat melihat Joon sudah keluar. “Nggak, aku udah telat. Bang Abi minta kita semua kumpul jam 7 pagi. Soalnya ada meeting!” Joon berkomentar seraya memakai sepatunya. Hana hanya bisa manggut-manggut mendengar penjelasan Joon, toh dia juga tidak mengerti apa yang Joon katakan. Dia hanya bisa melihat suaminya itu seperti orang terburu-buru. Tidak seperti biasanya. Tanpa memanasi motor terlebih...

Selasa, 20 Mei 2014

Balada Cinta Ferdi Dan Firda

Di ketinggian kamar di lantai delapan hotel berbintang lima, Firda menyibak vitrage, memandang ke luar jendela kaca yang sebagian permukaan luarnya berembun. Nampak di bawah sana lidah-lidah air laut menghantam garis pantai, berdebur-debur keras, tapi suaranya tak mampu menyusup ke dalam kamar, hingga kesunyian suite room ini sama sekali tak terusik. Sampai suatu saat terdengar suara seorang pria bertanya dengan nada lembut. Nggak suka ya,...

Minggu, 04 Mei 2014

Walaupun Kau Sudah Tak Perawan

Sudah lama sekali aku mengagumi Ayu, seorang gadis desa yang sangat cantik menawan, lenggak lenggok tubuhnya membuat mata tak mampu untuk berkedip. Ku pandangi dia saat sedang bersantai  menikmati angin desa di depan rumahnya. Ku hampiri dia walau diri ini memang gugup untuk mendekati dirinya. “Assalamu’alaikum..” “Wa’alaikumsallam, eh mas jaka., ayo masuk ke dalam mas.” “Terima kasih, disini aja, sejuk udaranya.” “Ada apa, mas?” “Gak...

Senin, 28 April 2014

Bapak, Mengapa Aku Berbeda ?

Memang aku tergolong keluarga yang miskin, bapakku adalah seorang buruh, ibuku adalah tukang cuci pakaian. Walaupun kami serba kekurangan, keluarga kami tetap penuh dengan kasih sayang. Tetapi Alhamdulillah kita tidak pernah mengalami apa yang namanya kelaparan, karena ibukku pintar mengatur uang. "Bapak.!" "Iya, nak ?" "Dede, pergi ke sekolah dulu, ya" "Iya, nak. Hati-hati ya ?" Aku pergi ke sekolah biasa dengan berjalan kaki, karena bekalku...

Jumat, 18 April 2014

Duduk Di Tepi Sungai

Cucunya tertawa terkekeh-kekeh. Ia meraup remah remah roti dari telapak tangannya yang bergurat kasar. Melemparkannya ke pasir putih. Lantas merpati itu mematukinya. Angin menggelepar di tingkah bunyi sayap mereka, yang datang dan pergi sesekali. Suara sungai seperti aliran mimpi. “Terbangnya cepat dan tinggi ?” Tanya si cucu, sambil memandangi makhluk bersayap itu tanpa berkedip. “Tentu saja, coba lihat matanya . . . .” Dan lelaki tua...

Dodolitdodolitdodolibret

Kiplik sungguh mengerti, betapapun semua itu tentunya hanya dongeng. “Mana ada orang bisa berjalan di atas air,” pikirnya. Namun, ia memang berpendapat bahwa jika seseorang ingin membaca doa, maka ia harus belajar membaca doa secara benar. ”Bagaimana mungkin doanya sampai jika kata-katanya salah,” pikir Kiplik, ”karena jika kata-katanya salah, tentu maknanya berbeda, bahkan jangan-jangan bertentangan. Bukankah buku Cara Berdoa yang Benar memang...

Senin, 14 April 2014

Beri Aku Maaf, Teman

Berbagai cara sudah dilakukan Ano untuk meredakan kebekuan hati Udik. Namun belum membuahkan hasil. Udik masih tetap marah dan tak mau mengajaknya bicara. Ano heran setengah mati, udik bersikap seperti itu. Ano tak menyangka sama sekali apa yang dilakukan membuat sohib dekatnya tersinggung dan marah besar. Ano mengakui kesalahannya, tapi Udik belum membuka pintu maaf baginya. Bagaikan perang kalah, perasaan Ano melihat kenyataan itu. Sedih,...

Sabtu, 12 April 2014

Kurma Dari Madinah

Pada usianya yang sudah uzur, sudah lebih dari 65 tahun, pak madi merasa gembira, karena putra semata wayangnya kini menjadi pejabat di pusat. Pada awal ramadhan ini, putranya kembali melakukan ibadah umrah di tanah suci. Lewat telepon, putranya minta doa restu dan bertanya” “Bapak mau saya bawakan oleh-oleh apa?” Pak Madi langsung menjawab tegas. “Bawakan saja kurma dari madinah !” “Hanya itu saja, pak?” Tanya putranya lagi. “Ya, hanya kurmah...

Minggu, 06 April 2014

Di Atas Kereta Rel Listrik

Tidak lama setelah itu, sekawanan remaja sekolah menengah umum seusia anak yang duduk di sebelahku, muncul dari gerbong di depan gerbong kami. Mereka masuk dengan sikap beringas dan tidak menunjukan sikap sopan. Inilah awal malapetaka itu. Melihat kedatangan sekawanan anak sekolah itu, anak laki-laki yang baru naik dan duduk disebelahku, jadi gelisah. Dia bergeser dekat denganku. “Tolong lindungi saya, pak. “saya sama sekali tidak terlibat dalam...

Rabu, 02 April 2014

Jangan Ambil Nyawaku !

“Miranda, boleh aku bicara secara pribadi dengan orang tuamu sebentar?” Tanya Dr. Mullen. “Tentu.” Aku mengangkat bahu. “Aku tidak peduli.” Mereka bertiga meninggalkan kamar. Aku menelpon Emma dengan ponselku “Bagaimana ?” Katanya. “Mereka masih berbohong,” Kataku, merasa mual. “Mereka agak kedodoran sehingga aku langsung tahu. Tapi, kenapa mereka bohong Emma ? aku sangat ketakutan. Satu-satunya hal yang kupikir bisa diandalkan adalah orang...

Minggu, 30 Maret 2014

Ibu, Daun, Senja

Ibu suka duduk di beranda, menikmati angin senja. Memandangi daun-daun berjatuhan di halaman. Sebentar lagi, saat matahari surut ke balik gunung. Ibu akan segera memanggilku. Menyuruhku menyapu daun-daun itu. Mengumpulkan lalu membakarnya. Dari ruang belakang, aku sudah menunggu panggilan ibu. Namun, meskipun matahari sudah terbenam, ibu belumjuga memanggiku. Ingin rasanya aku berjalan ke depan. Menghampiri ibu dan mengerjakan apa pun yang diperintahkannya....

Minggu, 23 Maret 2014

Senyuman Karyamin

     Mereka tertawa bersama-sama. Mereka, para pengumpul batu itu, memang pandai bergembira dengan cara menertawakan diri mereka sendiri. Dan karyamin tidak ikut tertawa, melainkan cukup senyum. Bagi mereka, tawa atau senyum sama-sama sah sebagai perlindungan terakhir. Tawa dan senyum bagi mereka adalah symbol licinnya tanjakan. Pagi itu senyum karyamin pun menjadi tanda kemenangan atas perutnya yang sudah mulai melilit dan...

Selasa, 18 Maret 2014

Teko Jepang

     Didepan mister tammy, widodo membuka bungkusan teko antuknya, juga tetap dengan hati-hati. Teko itu dibungkus dengan handuk besar yang halus, disana-sini beberapa puluh peniti menusuki handuk itu tangan lelaki itu gemetar. di kepalanya terkhayal uang jutaan rupiah yang menggodanya, kemudian mobil mengkilap dan rumah baru. Setelah peniti dilepas, dibukanya handuk itu sehingga tampak sebuah teko yang bagus sekali bentuknya...

Sabtu, 15 Maret 2014

Ucapan Sayang Di Keningku

Kereta api senja memasuki Yogyakarta, ketika pagi berkabut. Kendaraan yang meliuk liuk seperti ular sanca itu datang lebih awal dari biasanya. Tiada jemputan, tiada senyum yang melambai menyambut kedatangan galih Dia mengerti bahwa orang-orang disekitarnya tak menyenanginya, dan ia tak menjadi kecil hati, sekalipun ia menyadari kesalahannya, hanya eyang satu satunya yang lahir batin menyayanginya. Sedang romo dan ibu kedua orang tuanya itu,...

Senin, 10 Maret 2014

Cinta Datang Terlambat

Di sore hari yang cerah Nampak seorang pedagang membawa beberapa macam dagangannya menghampiri rumah Monica seorang gadis yang terkenal dengan kecantikan dan kebaikan hatinya.  Ibu dewi : “permisi……!!!” Beberapa menit kemudian monica keluar dengan senyuman yang manis dan wajah yang ramah Monica : “iyaaa, siapa disana ?”  Ibu dewi : saya ibu dewi, ini saya membawa barang dagangan saya barang kali nona minat mau membeli dagangan...